Nama Desa Assorajang diadopsi dari istilah "Arajang, Saoraja, atau Raja" yaitu istilah adat yang berlaku pada zaman Kerajaan di Kabupaten Wajo. Sebelum terbentuknya Desa Assorajang, wilayah ini dikenal dengan nama "Empagae" yang dahulu dipimpin oleh Sulewatan Empaga yaitu Andi Pammu.
Istilah Sulewatan adalah Gelar seorang Bangsawan sekaligus sebagai pemimpin pada suatu wilayah yang dalam bahasa bugis biasa disebut dengan istilah Daerah Akkarungeng. Pada masa kerajaan, di Kabupaten Wajo dikenal empat Sulewatan, yaitu:
- Sulewatan Tancung
- Sulewatan Lowa
- Sulewatan Gilireng
- Sulewatan Empaga
Keempat Sulewatan diatas masing-masing memiliki daerah kekuasaan (Wilayah Akkarungeng) yang dilengkapi dengan unsur pembantu seperti unsur keamanan (Kapitang). Kemudian sejalan dengan perkembangan dan perubahan ketatanegaraan berdasarkan UUD 1945 akhirnya terbentuklah wilayah desa sebagai pemerintahan di tingkat bawah.
- Pada tahun 1982-1990, Assorajang adalah pemekaran dari Desa Nepo lama dan persiapan menjadi Desa Defenitif dibawah kepemimpinan Kepala Desa Letnan Sumari.
- Pada tahun 1990-1994, Assorajang berdiri sendiri menjadi Desa Assorajang atau Desa Defenitif dengan 2 Dusun yaitu Dusun Tanjong Manik dan Dusun Empagae. Dibawahi kepemimpinan Kepala Desa bernama Sainal Abidin.
- Pada tahun 1994-2008, Pemilihan Kepala Desa pada tahun 1994 Desa Assorajang dipimpin oleh Andi Bakti atau Andi Baso Adil, Jalur transportasi Desa sebagian sudah dibangun dari dana PNPM, Pengadaan pompanisasi dan pembuatan bak air bersih, Pembangunan Kantor Desa Assorajang, Pembangunan Jembatan penyebrangan Nelayan dan Petani.
- Pada tahun 2008-sekarang, Desa Assorajang dipimpin oleh ANDI SAMANRUKKA, S.IP.